![]() |
| Foto Bersama Duta Baca BerliterAksi via Kreatormerdeka.com |
Upaya peningkatan literasi di Indonesia masih menjadi perhatian berbagai pihak. Di tengah tantangan rendahnya minat baca, inisiatif berbasis aksi nyata terus didorong, salah satunya melalui program “Duta Baca BerliterAksi: Dari Baca, Jadi Karya.”
Kegiatan ini diselenggarakan di MTs. Al Khairiyah Margagiri, Bojonegara, Kabupaten Serang, pada Sabtu (4/4/2026), dengan melibatkan siswa dan guru dalam diskusi interaktif seputar literasi dan kepenulisan.
Program Duta Baca BerliterAksi yang diinisiasi oleh Duta Baca Provinsi Banten bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu melahirkan karya dari apa yang dibaca.
Duta Baca Provinsi Banten,
Suherman, S.T., M.M atau yang dikenal sebagai Leo Ikals, dalam
pemaparannya menekankan pentingnya transformasi dari membaca menjadi berkarya.
“Membaca adalah langkah awal, tetapi tidak cukup. Dari apa yang kita baca,
harus lahir gagasan, tulisan, dan karya yang bisa memberi dampak bagi sekitar,”
ujarnya.
Ia menambahkan, literasi yang kuat tidak hanya diukur dari seberapa banyak seseorang membaca, tetapi juga dari kemampuannya mengolah informasi menjadi sesuatu yang bernilai.
Kegiatan yang mengusung
tema “Dari Baca, Jadi Karya” ini dikemas dalam bentuk diskusi
interaktif, membahas pentingnya literasi, proses kreatif menulis, serta
strategi membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Kepala MTs. Al Khairiyah Margagiri mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai program ini mampu memberikan perspektif baru bagi siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga membuka wawasan bahwa dari membaca mereka bisa menghasilkan karya yang bernilai,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk program “Ruang Merdeka Menulis” sebagai wadah pengembangan literasi produktif di sekolah. Melalui program ini, siswa yang mengikuti kelas menulis berkesempatan untuk menulis buku bersama Duta Baca yang kemudian akan dikurasi dan diterbitkan dalam bentuk buku antologi.
Langkah ini diharapkan menjadi model penguatan literasi berbasis karya di lingkungan sekolah, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam proses kreatif hingga publikasi.
Program Duta Baca BerliterAksi sendiri terus dikembangkan sebagai gerakan literasi yang tidak hanya mendorong kebiasaan membaca, tetapi juga menumbuhkan keberanian berkarya di kalangan pelajar dan masyarakat luas.
Ke depan, program ini
ditargetkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan komunitas, sebagai bagian
dari upaya membangun sumber daya manusia yang kreatif, produktif, dan berdaya
saing di era digital.
Kontak:
Kreator Merdeka
Website: www.kreatormerdeka.com
Instagram: @kreatormerdeka
