Dari Titik Nol Menjadi Penulis: Siswa dan Guru MTs Al-Khairiyah Margagiri Terbitkan Buku Lewat Kelas Merdeka Menulis

Launching Buku Antologi Cerpen Titik Nol via Kreatormerdeka.com

Ada satu pelajaran penting yang sering terlupakan di tengah derasnya arus media sosial dan banjir informasi digital: setiap karya besar selalu dimulai dari keberanian untuk memulai.

Keberanian itu hadir dari siswa-siswi MTs Al-Khairiyah Margagiri Bojonegara. Melalui Program Duta Baca Berliteraksi dan Kelas Merdeka Menulis, mereka berhasil menerbitkan buku perdana berjudul "Titik Nol", sebuah antologi cerpen karya siswa yang diluncurkan dalam rangkaian acara Pelepasan Siswa Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026.

Peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi penanda bahwa generasi muda mampu melahirkan karya nyata ketika diberikan ruang, pendampingan, dan kepercayaan.

Titik Nol: Awal Sebuah Perjalanan

Judul Titik Nol dipilih sebagai simbol perjalanan awal para siswa dalam dunia kepenulisan. Sebuah pengingat bahwa semua penulis besar selalu memulai dari halaman kosong, dari ketidaktahuan, dari keberanian untuk mencoba.

Antologi ini menjadi buku perdana karya siswa MTs Al-Khairiyah Margagiri. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga membuktikan bahwa usia muda bukan batas untuk berkarya.

Literasi yang Berujung Karya

Kepala MTs Al-Khairiyah Margagiri, Fathurrohman, S.E., menyampaikan bahwa lahirnya buku ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan madrasah.

"Hari ini kami tidak hanya melepas siswa kelas IX, tetapi juga menyaksikan lahirnya sebuah karya yang akan menjadi jejak intelektual mereka. Buku ini menunjukkan bahwa siswa madrasah memiliki potensi besar untuk berkarya, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasannya kepada masyarakat," ujarnya.

Duta Baca Berliteraksi & Gerakan Kreator Merdeka

Suherma saat menyampaikan pesan via Kreatormerdeka.com


Terbitnya buku Titik Nol merupakan hasil dari Program Duta Baca Berliteraksi yang digagas oleh Suherman, S.T., M.M., Duta Baca Provinsi Banten yang juga dikenal sebagai Leo Ikals, sekaligus Founder Kreator Merdeka.

Program ini lahir dari keyakinan bahwa literasi tidak boleh berhenti pada aktivitas membaca, tetapi harus menjadi jalan untuk melahirkan karya dan memberdayakan generasi muda.

"Program Duta Baca Berliteraksi lahir dari keyakinan bahwa literasi tidak cukup hanya berhenti pada kegiatan membaca. Literasi harus mampu melahirkan karya, membangun kepercayaan diri, dan membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Karena itu, kami mendorong siswa tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menjadi penulis dan kreator," kata Suherman.

Sebagai Founder Kreator Merdeka, ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkarya jika diberikan ruang yang tepat.

"Banyak anak muda yang sebenarnya memiliki ide dan pengalaman menarik, tetapi belum memiliki ruang untuk mengekspresikannya. Kelas Merdeka Menulis hadir untuk membuka ruang itu. Kami ingin membantu mereka menemukan suara, membangun kepercayaan diri, dan membuktikan bahwa karya besar selalu dimulai dari keberanian menulis satu halaman pertama," jelasnya.

Menurutnya, Kelas Merdeka Menulis tidak hanya mengajarkan teknik menulis, tetapi juga membangun mental kreator—agar siswa mampu mengubah ide menjadi karya yang berdampak.

Apresiasi dan Harapan

Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Serang, Hj. Lila Rohilah, S.Ag., M.Pd., memberikan apresiasi atas inovasi literasi yang dilakukan madrasah.

Ia menilai kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan kreativitas dan karakter peserta didik.

Hal senada disampaikan Pembina Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Hilyati Mansyur, S.P. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang, kolaborasi, dan konsistensi dalam gerakan literasi di madrasah.

"Literasi adalah perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Kami bangga karena para siswa mampu menyelesaikan karya hingga diterbitkan menjadi buku," ungkapnya.

Dari Bojonegara untuk Gerakan yang Lebih Besar

Peluncuran antologi cerpen Titik Nol menjadi tonggak penting perjalanan Program Duta Baca Berliteraksi di Provinsi Banten sekaligus penguatan gerakan Kreator Merdeka.

Dari sebuah madrasah di Kecamatan Bojonegara, lahir karya yang membuktikan bahwa literasi mampu mengubah potensi menjadi prestasi, dan gagasan sederhana dapat menjadi karya yang berdampak.

Ke depan, Program Duta Baca Berliteraksi dan Kelas Merdeka Menulis diharapkan dapat hadir di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten, sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar: melahirkan generasi muda yang tidak hanya membaca, tetapi juga menulis, berkarya, dan berdaya melalui karya.

Sebab pada akhirnya, setiap perubahan besar selalu dimulai dari satu hal sederhana: keberanian untuk memulai dari titik nol. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama