![]() |
| Leo Ikals bersama Pengurus OSIS Smanjo via Kreatormerdeka.com |
Pada Jumat malam, 14 November 2025, suasana aula SMAN 1
Bojonegara terasa berbeda. Lampu-lampu yang masih menyala hangat memantulkan
semangat dari puluhan pengurus OSIS baru yang duduk melingkar. Di hadapan
mereka hadir seorang tokoh pendidikan dan literasi yang sedang naik daun di
Banten: Suherman, S.T., M.M, atau yang lebih dikenal sebagai Leo
Ikals—Founder Kreator Merdeka, Content Creator UMKM Bersuara,
dan juga Duta Baca Provinsi Banten.
Kehadirannya dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Lanjutan
OSIS malam itu bukan sekadar mengisi materi. Leo membawa sesuatu yang lebih
penting: pandangan baru bahwa OSIS adalah “Ruang Merdeka” — wadah
latihan paling nyata bagi anak muda untuk bertumbuh, berlatih kepemimpinan, dan
mempersiapkan diri menyambut Indonesia Emas 2045.
OSIS Bukan Hanya
Struktur, Tapi Ruang Latihan Kehidupan

Suasana saat acara via Kreatormerdeka.com
Banyak siswa mengira OSIS hanya soal rapat, jadwal, dan
program kerja. Namun bagi Leo Ikals, OSIS adalah miniatur dunia nyata.
Tempat siswa belajar hal yang tidak mereka dapat dari buku.
Di dalam OSIS, seseorang belajar:
· Memimpin dan
mengambil keputusan
· Berkolaborasi dengan
berbagai karakter
· Mengelola waktu dan
tanggung jawab
· Berbicara di depan
umum
· Menghidupkan ide
menjadi program
· Menerima kritik tanpa
runtuh
“OSIS itu ruang
aman untuk gagal, ruang merdeka untuk mencoba, dan ruang latihan untuk menjadi
dewasa.”
Sebagai Duta Baca, Leo juga menekankan pentingnya literasi
dalam kepemimpinan: kemampuan membaca situasi, membaca kebutuhan sesama, hingga
membaca peluang untuk melakukan perubahan.
Ruang Merdeka Menuju
Indonesia Emas 2045
![]() |
| Leo Ikals saat menyampaikan materi via Kreatormerdeka.com |
Visi Kreator Merdeka yang diusung Leo sangat jelas:
membuat anak muda “berani berkarya dan berdaya lewat karya”. Dan OSIS adalah
salah satu ruang terbaik untuk memulai perjalanan itu.
Jika OSIS dijalankan dengan sehat, Indonesia akan memiliki generasi yang:
· Terlatih memimpin
sejak muda
· Berpikir kritis dan
kreatif
· Terbiasa mengeksekusi
program
· Memahami nilai
kolaborasi
· Memiliki kepekaan
sosial
· Tumbuh dengan mental
pemenang
“Anak-anak OSIS adalah pondasi pertama Indonesia Emas,” ucap
Leo. “Jika mereka merdeka hari ini, bangsa ini kuat 20 tahun ke depan.”
Struktur OSIS: Pilar
yang Menggerakkan Organisasi
Dalam materi yang ia sampaikan, Leo menjelaskan struktur
OSIS bukan sekadar daftar jabatan. Itu adalah sistem kerja yang membuat
program bisa berjalan.
Dari ketua, wakil, sekretaris, bendahara, hingga seksi bidang seperti:
· Keimanan &
Ketakwaan
· Akhlak Mulia
· Demokrasi
· Seni & Olahraga
· Jasmani &
Kesehatan
· Kewirausahaan
· Sastra & Budaya
· Informasi &
Komunikasi
—semua punya peran strategis dalam menciptakan OSIS yang
hidup dan berdampak.
Malam Ketika OSIS
SMAN 1 Bojonegara Menyala Semangatnya
Latihan dasar kepemimpinan malam itu bukan sesi biasa. Para
pengurus OSIS diajak:
·
Memahami
diri sebagai pemimpin
·
Mendesain
program unggulan tiap bidang menggunakan metode SMART
·
Menjalankan
OSIS sebagai ruang bertumbuh, bukan sekadar jabatan
·
Melihat
organisasi sebagai tempat mengasah potensi, bukan beban
Ketika sesi selesai pukul 20.30, banyak wajah yang tampak
lebih yakin dan berani. Mereka sadar: mereka sedang memulai sesuatu yang besar.
Indonesia Emas
Dimulai dari Ruang-Ruang Sekecil Ini
Indonesia Emas 2045 bukan mimpi besar yang jauh. Ia sedang
disiapkan dari ruang-ruang kecil seperti OSIS—ruang tempat anak muda belajar
memimpin tanpa takut salah, ruang tempat ide sederhana berubah menjadi aksi
nyata.
Dan malam itu, berkat sentuhan seorang pendidik, kreator,
sekaligus Duta Baca Provinsi Banten,
semangat itu kembali dihidupkan di SMAN 1 Bojonegara.
Dari sekolah, dari organisasi kecil, dari keberanian
anak-anak muda memulai langkah pertama—Indonesia Emas perlahan dibangun.

@-362985071.heif)