Launching & Bedah Buku Lokal di Cilegon, Budaya Literasi Menguat dan Kreator Daerah Semakin Percaya Diri

 

Pengisi Acara Launching dan Bedah Buku via Kreatormerdeka.com

Upaya peningkatan budaya literasi di Kota Cilegon kembali menunjukkan energi positif lewat kegiatan Launching dan Bedah Buku Dongeng Fabel Anak yang diinisiasi oleh Komunitas Sahabat Literasi dan mendapat dukungan penuh dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Jumat (21/11/2025).

Acara yang berlangsung di Aula Perpustakaan Kota Cilegon ini dihadiri para penulis lokal, pegiat literasi, ilustrator, komunitas kreatif, serta jajaran dinas terkait. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusias—kreator lokal bertemu pembaca, saling berbagi kisah, dan saling menguatkan.

 

Perpustakaan Apresiasi Kreator Lokal: “Menulis adalah investasi jangka panjang”

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Cilegon via Kreatormerdeka.com

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Dra. H. Ismatullah, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi kepada penulis Cilegon yang terus konsisten berkarya.

“Menulis itu tidak mudah dan tidak semua orang mampu melakukannya secara konsisten. Ini adalah bentuk investasi yang manfaatnya panjang. Saya mengajak masyarakat untuk mulai berani menulis demi masa depan generasi Cilegon yang lebih cerdas,” ujarnya.

Sambutan ini disambut tepuk tangan peserta—sebuah pengakuan bahwa karya lokal semakin diakui dan didukung secara kelembagaan.

 

Perpustakaan & Komunitas Literasi Bangun Kolaborasi Berkelanjutan

Foto bersama para pengisi acara, undangan dan peserta teraktif via Kreatormerdeka.com


S.W. Widowati, S.S.Tr.Ars
, perwakilan dari SLBooks sekaligus penggerak komunitas literasi, menegaskan bahwa kolaborasi antara perpustakaan dan Sahabat Literasi bukan hal baru.

“Kami selalu terbuka untuk bekerja sama dengan komunitas literasi. Mulai dari menyediakan ruang, mendukung publikasi, sampai membantu memperkenalkan karya-karya mereka,” jelasnya.

Ia juga menambahkan kabar baik:

“Setelah gedung baru selesai, perpustakaan akan memiliki ruang khusus untuk memajang karya para penulis lokal.”

Langkah ini menjadi angin segar bagi kreator Cilegon yang selama bertahun-tahun membutuhkan ruang untuk menampilkan karya dan bertemu pembaca.

 

Pesan Penulis: Setiap Orang Punya Cerita yang Layak Dibagikan

Penulis Buku Bersama Duta Baca Banten via Kreatormerdeka.com




Penulis buku yang dilaunching, Ibu Aryani, berharap kegiatan ini menjadi pemantik kreativitas.

“Kami ingin karya ini menjadi pemicu semangat, bukan hanya untuk membaca tetapi juga menulis. Setiap orang punya cerita yang layak dibagikan. Semoga setelah ini semakin banyak masyarakat yang berani menerbitkan karya.”

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi proses kreatif dan penyerahan dua eksemplar buku ke perpustakaan sebagai bagian dari kewajiban serah simpan. Buku tersebut kini menjadi bagian dari koleksi lokal dan dapat diakses publik.

 

Suara Komunitas: ‘Kita Tidak Menunggu Ekosistem, Kita Membangunnya’

Foto bersama kepala dinas, undangan dan pengisi acara via Kreatormerdeka.com


Ilustrator buku, sekaligus founder Sahabat Literasi, Kak Puteri, juga menceritakan proses kreatifnya sebagai penggambaran visualisasi cerita:

“Menggambar untuk buku anak bukan hanya soal warna dan gambar lucu. Ini tentang menghadirkan dunia yang bisa dirasakan anak. Saya senang sekali karya ini akhirnya bisa dinikmati pembaca.”

Ia Juga menambahkan bahwa kreator lokal tidak perlu tidak menunggu ekosistem, tapi harus mulai membangunnya.

 “Selama ini banyak kreator lokal minder karena merasa ‘belum ada ekosistem’. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa kita tidak harus menunggu ekosistem itu ada—kitalah yang membangunnya. Semakin banyak karya lahir, semakin kuat ruang literasi Cilegon.”

 

Kreator Merdeka: Mendukung Kreator Lokal Naik Kelas

Logo Kreator Merdeka via Kreatormerdeka.com


Sebagai media partner, acara ini turut didukung Kreator Merdeka, platform penguatan ekosistem kreator lokal. Founder Kreator Merdeka sekaligus Duta Baca Provinsi Banten, Suherman, S.T., M.M atau yag lebih dikenal Leo Ikals, menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan.

“Kreator tidak boleh berjalan sendirian. Kita harus saling menguatkan—penulis, ilustrator, penerbit, perpustakaan, dan komunitas. Kreator Merdeka hadir untuk memastikan kreator lokal punya ruang untuk naik kelas, bukan hanya berkarya tapi juga berdaya.”

Leo menambahkan bahwa buku lokal harus menjadi kebanggaan daerah, bukan sekadar produk terbatas:

“Jika daerah bangga pada penulisnya, maka anak-anak akan bermimpi menjadi penulis. Itulah masa depan yang ingin kita bangun.”

 

Menuju Masa Depan Literasi Cilegon yang Kuat

Foto Bersama Semua Peserta via Kreatormerdeka.com


Melalui kegiatan ini, perpustakaan, komunitas literasi, dan media kolaboratif seperti Kreator Merdeka sepakat bahwa peningkatan budaya literasi bukan sekadar wacana—itu sedang terjadi sekarang. Setiap karya, setiap launching, dan setiap kolaborasi adalah langkah memperbesar ruang kreator lokal.

Semoga momentum ini berlanjut dan membuka lebih banyak panggung bagi penulis, ilustrator, editor, dan pegiat literasi di Kota Cilegon.

Kreator lokal kuat literasi masyarakat menguat masa depan daerah ikut menguat. Dan perjalanan ini baru saja dimulai.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama